Informasi
Kelas Orang Tua; Orang Tua Berkelas

Kelas Orang Tua; Orang Tua Berkelas


Oleh Reni Anggraeni S. | Selasa, 17 Oktober 2017 16:55 WIB | 8.275 Views

          Kelas orang tua merupakan wadah bagi orang tua/wali untuk menambah pengetahuan atau keterampilan dalam mendidik anak. Kelas orang tua merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam program kemitraan keluarga dengan sekolah untuk mewujudkan keselarasan cara mendidik anak di sekolah dengan di rumah, melalui peningkatan kualitas interaksi dan komunikasi positif antara sekolah dengan orang tua serta penguatan kemampuan orangtua dalam menumbuhkan karakter dan budaya prestasi anak di rumah. SMP Negeri 15 Kota Bandung (Libels) sudah melaksanakan program kemitraan dengan keluarga, salah satu diantaranya adalah kelas orang tua. Tahun 2015 sekolah Libels mulai merintis kelas orang tua, tahun 2016 dan 2017 kelas orang tua diselenggarakan bekerjasama dengan PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat yang merupakan bagian dari program pengembangan dan ujicoba model kemitraan keluarga dengan sekolah pada satuan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama yang dikembangkan oleh kelompok kerja Parenting PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat.
Sasaran kelas orang tua ini idealnya seluruh orang tua siswa SMP Negeri 15 Kota Bandung, namun karena keterbatasan maka kelas orang tua ini diikuti oleh dua orang perwakilan dari setiap kelas, kelas 7, 8, dan 9. Perwakilan orang tua yang mengikuti kelas orang tua ini harus menjadi kader penyebarluasan informasi (pengetahuan dan kemampuan dalam mendidik serta mengasuh anak usia SMP) bagi orang tua lainnya.
Kelas orang tua ini dilaksanakan selama 6 kali pertemuan, setiap hari sabtu dari jam 08.00-10.00 WIB. Tempat pembelajaran kelas orang tua ini dilaksanakan di ruang kelas SMP Negeri 15 Kota Bandung, dan sesekali juga pembelajaran dilakukan diluar ruang kelas, seperti di Eco Bambu agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bervariasi.
          Materi yang disampaikan pada kelas orang tua Tahun 2017 ini ada dua materi, yaitu: 1) komunikasi antara orang tua dan remaja, 2) bijak menggunakan media sosial, materi ini sesuai kebutuhan orang tua siswa yang diperoleh dari hasil identifikasi. Setiap materi dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, dengan proses sebagai berikut: 1) proses penyadaran, 2) proses pemahaman dilanjutkan dengan penerapan, dan 3) proses refleksi hasil penerapan. Narasumber dalam kelas orang tua ini beragam, ada dari unsur Dosen, Psikolog dan Guru, menyesuaikan dengan tema yang akan disampaikan.
          Kelas orang tua ini didesain dengan pendekatan andragogi atau pembelajaran orang tua. Metode ceramah dan klasikal tetap dipertahankan namun dalam porsi terbatas. Metode yang lebih banyak digunakan adalah metode yang lebih interaktif seperti diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktek. Yang sangat menarik adalah saat terakhir pembelajaran, dimana anakpun hadir di kelas orang tua. Pada saat tersebut orang tua dan anak dapat mempraktekkan bagaimana komunikasi antara orang tua dan anak, dan tanpa disadari ketika mereka saling berkomunikasi air mata pun jatuh, hal ini menandakan bahwa mereka sudah semakin menyadari perannya masing-masing.
          Peran orangtua sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, karena melalui orangtua anak pertama kali belajar dan mengenal segala sesuatunya. Perilaku dan nilai-nilai yang ditanamkan orangtua kepada anak merupakan landasan bagi perkembangan kepribadian dan tingkah laku anak selanjutnya. Keluarga mempunyai banyak kesempatan melakukan interaksi dengan anak, kualitas interaksi ini akan mempengaruhi karakter anak. Proses interaksi yang diterima akan dijadikan dasar oleh anak untuk berinteraksi diluar rumah, termasuk di sekolah dan di masyarakat. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, orang tua harus terus meningkatkan kemampuannya dalam mendidik dan mengasuh anak agar tumbuh berkarakter positif dan berbudaya prestasi, serta menjadi orang tua yang “berkelas”.







Informasi Lainnya