$secid,"h"=>$h,"nama"=>$namamenu,"urlmenu"=>$urlmenu); $h %= 2; $h++; } sql_free_result($hasil); $tpl->assign("section",$section); ?> Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Anak Usia Dini
Pendidikan Usia Dini
Kenali dan pelajari lebih lanjut tentang apa itu Rumah Mainan Anak Jayagiri
dan manfaatkan banyak fitur yang disediakan untuk anda
 

Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Anak Usia Dini

Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Anak Usia Dini

A. Latar Belakang
Pembangunan Nasional di bidang pendi­dikan merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan ku­alitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, aktif, kreatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab dalam mewujudkan masyarakat yang adil makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Sesuai dengan arah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ten­tang sistem pendidikan nasional, mem­berikan pendidikan sejak usia dini kepada anak-anak berusia balita adalah salah satu cara untuk membentuk karakter dan kepribadian anak untuk masa yang akan datang. 
Lalu, bagaimana kondisi pembelajaran terhadap anak usia dini? Media belajar sebagai salah satu komponen penentu ketercapaian hasil pembelajaran. Saat ini, banyak media pembelajaran yang berkembang pada satuan pendidikan. Namun demikian, khusus untuk anak usia dini, media ini perlu kiranya diperhatikan. Penggunaan bahan dan makna fungsi media tersebut, haruslah ramah dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan demikian, kompetensi guru dalam menghadirkan media di kelas, bukan hanya memilih, melainkan memproduksinya. Asumsinya, media yang dikembangkan guru akan lebih efektif dibanding dari sumber lainnya. Media yang dikembangkan guru akan lebih memperhatikan tujuan pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang akan dicapai. Selain itu, bahan yang digunakan pun lebih mengutamakan pemanfaatan konteks lokal.
Faktanya, berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada beberapa satuan lembaga PAUD, terdapat beberapa catatan berikut.

  • Media belajar yang digunakan secara umum belum mengacu pada standar isi (Permendikbud nomor 137 tahun 2014 tentang standar PAUD)
  • Dalam proses pengembangannya, media yang dibuat tidak terlebih dahulu dibuat rancangannya.
  • Proses pengembangan media belum terdokumentasikan langkah demi langkahnya (mulai dari desain media sampai evaluasinya)
  • Ketersediaan perangkat cara penggunaan media belajar masih terbatas
  • Perangkat media belajar belum disertai dengan alat ukur/ evaluasinya
  • Belum ada acuan yang secara khusus memandu pendidik PAUD dalam proses pengembangan media
Saat ini memang sudah banyak media pembelajaran yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang secara khusus memproduksi media pembelajaran, namun demikian tidak ada salahnya jika guru dapat membuat media pembelajaran sendiri. Malah sangat dianjurkan guru untuk secara kreatif membuat media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan sekitarnya.
Kemampuan lain yang harus dikuasai oleh guru selain mampu memilih media pembelajaran secara tepat adalah kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran. Kegiatan pengembangan ini banyak terkait dengan proses pembuatan media yang dilakukan secara sistematis dari mulai tahap perancangan/desain, produksi media, dan evaluasi. Tahapan-tahapan terse­but harus dilalui secara prosedural sehingga media yang dihasilkan memenuhi kualitas yang diharapkan
Permasalahan yang terjadi pada satuan PAUD tersebut, menarik perhatian kami untuk mengembangan model pengembangan media belajar nilai kepemimpinan bagi anak usia dini. Model ini merupakan lanjutan pengembangan pada tahun 2015, yakni Model Stimulasi Kepemimpinan Melalui Bermain Peran. Dengan demikian, PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat sebagai UPT dari Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas telah menyediakan perangkat pembelajaran yang dilabeli “seri kepemimpinan” bagi anak usia dini.
 
B. Gambaran Model
  1. Maksud Pengembangan
           Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Bagi Anak Usia Dini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
  1. Menjadi acuan bagi guru paud memfasilitasi proses pembelajaran khususnya pengembangan media belajar nilai kepemimpinan bagi anak usia dini.
  2. Menjadi inspirasi bagi guru paud untuk mengem­bangkan media belajar yang spesifik membelajarkan nilai kepemimpinan bagi anak usia dini.
 
Sasaran
  • Lembaga PAUD, atau Satuan PNF lain seperti SKB, PKBM, atau lembaga lain yang menyelenggarakan program PAUD
  • Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota
  • UPT di lingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas
  • Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Prosedur/Proses Penerapannya
Bila kita akan membuat suatu media pembelajaran untuk anak usia dini, maka diharapkan dapat melaku­kannya dengan persiapan dan perencanaan yang teliti. Secara umum langkah-langkah sistematik yang perlu dilakukan pada saat mem­buat rancangan media adalah sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi kondisi objektif awal sebelum membuat media
  2. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik anak
  3. Merumuskan tujuan instruksional dengan ope­rasional dan khas
  4. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
  5. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
  6. Membuat desain media
  7. Melakukan revisi.
Agar media yang dibuat dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, diperlukan langkah-langkah pengem­bangan program media. Langkah-langkah pembuatan media pembe­lajaran sebagai beri­kut:
  1. Membuat ide/gagasan/pemikiran
  2. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
  3. Merumuskan tujuan
  4. Menentukan kerangka isi bahan pelajaran
  5. Menentukan jenis media
  6. Menentukan treatmen dan partisipasi peserta didik
  7. Membuat skets/story board
  8. Menentukan bahan / alat yang digunakan
  9. Pelaksanaan pembuatan media
  10. Penyuntingan
  11. Uji coba (jika mungkin dilakukan)
  12. Melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi
Prosedur/Proses Penerapannya
Pengembangan model yang dilakukan oleh tim PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat tahun 2016 ini salah satunya menghasilkan produk: Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Bagi Anak Usia Dini. Model ini dilengkapi dengan panduan, sesuai dengan media yang dikembangkannya. Media yang dimaksud, di antaranya:
1.   Media Belajar “Pohon Kejujuran”
2.   Media Belajar “Rambu Lalu Lintas”
3.   Media Belajar “Pancingan Pembawa Pesan”
4.   Media Belajar “Kalender Kata”
5.   Media Belajar “Canang”
6.   Media Belajar “Big Puzzle”
7.   Media Belajar “Bowling Keberanian”
8.   Media Belajar “Rumah Balok”
9.   Media Belajar “Big Book”
 
Metodologi
Dalam proses pengembangan formula ini, Tim Pengembangan menggunakan metode 4 D (Define, Design, Development and Dissemination). Dalam prosesnya, dimulai dari mendefinisikan produk yang akan dihasilkan dan tertuang dalam rancangan/ desain pembelajaran. Desain yang telah dikembangkan tersebut kemudian diujicobakan dan divalidasi oleh pakar. Pada akhir kerja pengem­bangannya, model ini disebarluaskan kepada penggunanya.
Formula pengembangan media tersebut dapat dikem­bangkan sesuai dengan kemampuan anak didik dan tentunya karakteristik lingkungan, tempat lembaga tersebut berada. Pengguna model dipersilakan untuk mengadopsi, mengadaptasi bahkan mengem­bangkan perangkat-perang­kat dalam bahan bacaan ini sepanjang tidak keluar dari tujuan, arah, strategi dan hasil pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Bagi Anak Usia Dini.
 
Keunggulan dan Keterbatasan Model
  1. Keunggulan
  1. Pengembangan media yang berdasarkan kebutuhan belajar anak
  2. Penyediaan perangkat pengembangan media yang dimulai dengan rancangan (story board)
  3. Melatih dan membiasakan pendidik dalam mengembangkan media
 
  1. Kebaruan dan Inovasinya
  1. Acuan dalam pembuatan media belajar
  2. Media belajar yang spesifik mengembangkan nilai kepemimpinan bagi anak usia dini
 
  1. Kelemahan/Tantangan
  1. Model ini dapat digunakan apabila sasarannya (guru) memiliki kreativitas dalam mengembangkan media belajar. Selain itu, guru juga diprasyaratkan memiliki kemampuan seni dalam mengemas media yang dikembangkannya.
  2. Model ini baru diujicobakan pada dua lokasi, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Dengan demikian, diperlukan lagi ujicoba lebih luas lagi untuk mengoptimalkan isi model dan panduan pengembangan media belajar ini.
 
Rujukan Model
Jika ada hal-hal yang layak didiskusikan mengenai model ini, pembaca dipersilakan mengunjungi kami di PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat. Tim Pengembang: Ujang Rahmat, Rochaeni Esa Ganesha, dan Farhan Yamin. Narasumber Teknis/ Akademisi: Prof. Dr. H. Enceng Mulyana, M.Pd. Bahkan bisa konfirmasi langsung ke lokasi ujicoba: PAUD Sekolah Alam Pelopor Bandung, Jalan Kaktus Nomor 100 Bumi Rancaekek Kencana Kec. Rancaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat, kontak 082219091980 atau PAUD Kartina Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan No.155 Kp. Cirendang Kel. Sukagalih Kec. Tarogong Kidul Kab. Garut Jawa Barat Telp. (0262) 541712, 081320698293.








Pendidikan Usia Dini Lainnya